Pegerakan Pantekosta

Setelah pencuraan Roh Kudus bahkan sampai sekarang ini, Roh Kudus telah melanda dunia dan dicurahkan atas orang-orang yang sungguh-sungguh percaya dan mencari Tuhan. Beberapa kebangunan rohani yang terkenal di bawah ini dituliskan agar kita belajar bahwa Tuhan masih bekerja sampai sekarang untuk memulihkan umatNya dan berkarya dengan tanda-tanda yang heran dan mujizat yang menakjubkan. Di banyak tempat di belaan dunia ini, bahkan di Indonesia, Tuhan pernah melawat umatNya dengan cara-cara yang heran. Ada yang membawa dampak yang luas sampai mendunia, namun ada yang tidak terdengar, namun Allah melalui Roh KudusNya lah yang melakukan kebangunan rohani di berbagai tempat. Kebangunan rohani ini pernah dialami penulis di satu jemaat kecil di satu kota kecil dimana anak-anak muda diubah menjadi radikal di dalam Tuhan.

Revival di Azusa Street

Pengalaman Roh Kudus yang terjadi di Azusa Street di tahun 1906 sebenarnya bukan hal yang baru. Kisah Para Rasul 2 mencatat peristiwa pencurahan Roh Kudus dan Baptisan Roh Kudus. Kegerakan Pentakosta yang terkenal dengan Azusa Street Revival di mulai di rumah Richard dan Ruth Asbery, 214 Bonnie Brae Street, pada tanggal 9 April 1906 ketika Edward Lee dipenuhi Roh Kudus setelah didoakan oleh William Seymour, dan kemudian diikuti enam orang lain yang juga mulai berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru termasuk Jenny Moore, yang di kemudian hari menjadi isteri William Seymour.

William Joseph Seymour adalah seorang kulit hitam yang menjadi pemimpin gerakan Azusa Street yang lahir di Centerville, Louisiana, 2 Mei 1870. Keluarganya adalah penganut Baptis dan bekas budak, Simon dan Phyllis Seymour. Pada umur 25 tahun, ia pindah ke Indianapolis, bekerja sebagai penjaga rel kereta api dan kemudian sebagai pelayan restoran. Pada masa inilah ia terserang cacar, yang mengakibatkan mata kirinya buta. Tahun 1900 ia pindah ke Cincinnati dan bergabung dengan Church of God. Di sini ia mendalami Teologi Kekudusan yang radikal.

Teologi ini mengajarkan pengudusan sebagai pengalaman pasca pertobatan menuju kekudusan sempurna, kesembuhan ilahi, premilenialisme, dan janji akan pencurahan Roh Kudus di seluruh dunia sebelum terjadinya pengangkatan. Tahun 1903 ia pindah ke Houston, Texas untuk mencari keluarganya dan di sana ia bergabung dengan gereja kecil beraliran kekudusan yang digembalakan oleh seorang wanita kulit hitam, Lucy Farrow. Tidak lama kemudian Farrow memperkenalkannya dengan Charles Fox Parham, seorang pengajar Kekudusan. Murid-murid yang dilayaninya mengalami karunia bahasa lidah (glossolalia) dua tahun sebelumnya. Bagi Parham, itu adalah “bukti Alkitabiah” dari baptisan Roh Kudus. Ketika ia mendirikan Sekolah Alkitab “Apostolic Faith” di Houston, Farrow mendorong Seymour mengikutinya. Sementara itu William Seymour yang justru belum mengalami baptisan Roh Kudus, terus berdoa, dan baru menerima baptisan Roh Kudus beberapa hari kemudian pada tanggal 12 April setelah berdoa sepanjang malam. Mereka berdoa berseru tiga hari tiga malam dan mendapatkan pengalaman Baptisan Roh Kudus yang ditandai dengan bahasa roh.

Berita pencurahan Roh Kudus cepat tersebar sehingga orang-orang berdatangan dari mana-mana sehingga sudah tidak ada tempat lagi untuk mendekati rumah tersebut oleh karena begitu banyaknya orang yang datang, sampai fondasi rumah tersebut ambruk tetapi tidak ada seorangpun yang cedera. Mereka terus berdoa dan banyak orang-orang yang menerima baptisan Roh Kudus walau sesungguhnya mereka datang hanya untuk melihat apa yang sedang terjadi, juga banyak yang disembuhkan dari berbagai penyakit, dan banyak lagi dari orang-orang yang datang, bertobat menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat. Dengan begitu cepat rumah di jalan Bonnie Brae nomor 214 tersebut tidak dapat lagi menampung orang-orang yang datang ke tempat itu. Kemudian mereka berpindah di sebuah gedung tua di 312 Azusa Street. Selama tiga tahun mereka mengadakan ibadah tiga kali sehari dari pagi hari sampai malam hari setiap hari. Dan sampai sekarang ini kegerakan Roh Kudus terus terjadi dan tidak lagi hanya menjadi bagian Azusa Street tetapi sampai ke seluruh dunia.

Revival di Pensacola

Kebangunan Rohani Tertawa dari gerakan Kharismatik yang juga disebut Toronto Blessing sedang bergerak melewati dunia Pentakosta-Kharismatik. Sejak bulan Juni 1995, terjadi lagi di Gereja Sidang Jemaat Allah Brownsville Pensacola, Florida. Majalah Charisma menyebut hal ini “Pencurahan Roh Kudus Pensacola” Hal ini dimulai Juni 1995, dibawah pelayanan penginjil Steve Hill. Ribuan orang telah mengunjungi pelayanan ini yang berlangsung setiap malam mulai rabu sampai sabtu. Seorang agen perjalanan berkata bahwa perusahaannya menerima buking pesawat atau hotel untuk lebih dari 1.000 pengunjung setiap minggu.

Fenomena Pensacola sama dengan manifestasi yang terjadi di Toronto dan KKR Rodney Howard-Browne -tertawa tanpa kontrol, rebah dalam roh, bergoncang, dll. Gembala Gereja Sidang Jemaat Allah Brownsville, John Kilpatrick, menggambarkan awal mula dia mengalami pencurahan “Roh Kudus” pada Juni 1995. Ia berkata ia jatuh ke lantai dan berbaring di sana selama hampir empat jam. “Ketika saya menyentuh lantai rasanya seperti ditekan beban seberat 10,000 pounds. Saya tahu sesuatu yang supernatural sedang terjadi.” (Charisma, Juni 1996). Pemimpin kebaktian di Pensacola mengklaim bahwa sebuah titik balik terjadi dalam bulan Agustus 1995, dua bulan setelah dimulainya manifestasi. Seorang mahasiswi berusia 19 tahun berdiri dan mulai bernubuat:”Allah sedang bergerak dengan cepat dan tidak banyak waktu lagi. Dia merasa sakit dan berduka karena rohmu.” Setelah mengucapkan kata-kata ini gadis ini bergoncang dengan keras sehingga seorang pemerhati awam berpikir gadis ini menderita kelumpuhan karena otak yang mengalami luka.” Saat ia selesai bernubuat, ia jatuh ke lantai. Kesaksian ini direkam dalam videotape dan beribu-ribu kopi telah diedarkan. Ketika orang-orang menyaksikan clip ini mereka sering menangis lalu bertobat.

Menurut majalah Charisma, 25.000 orang telah membuat “keputusan menerima Kristus” melalui manifestasi Pensacola. Kita diberitahu bahwa pecandu obat-obatan diubahkan, penari telanjang berhenti dari profesinya, keluarga retak dipulihkan dan anak-anak muda mulai membakar buku-buku sihir dan musik yang menghujat. Penginjil Stephen Hill berkata bahwa “pertobatan dari dosa dan penjangkauan orang yang terhilang – bukan monopoli Kharismatik – adalah hal yang terjadi dalam kebangunan rohani itu. Tentu kita tidak meragukan orang-orang yang diselamatkan itu. Kita memuji Tuhan untuk setiap jiwa yang benar-benar bertobat dan menghormati gereja yang telah menjangkaunya. Ketika Injil diberitakan dan Tuhan Yesus ditinggikan, Allah menyelamatkan orang berdosa. Tapi fakta: Allah menggunakan seseorang dan sebuah gereja untuk menyelamatkan orang berdosa tidaklah sepenting dari Allah berkenan atas segala sesuatu yang menjadi pendirian/sikap individu atau gereja terhadap firman-Nya.

Revival di Wales

Kebangunan Rohani ini dipimpin oleh seorang bernama Evan Roberts. Ia seorang penambang batu bara yang masih muda dan dalam usia 25 tahun ia mengawali kebangunan rohani yang dahsyat di Wales Inggris pada tahun 1904. Evan Roberts telah bekerja di tambang batu bara selama 12 jam sehari mulai dari usia 12 tahun. Ketika waktu istrirahat, ia memilih untuk berdoa dan membaca firman Tuhan. Selama 13 tahun Evan Roberts melakukan hal itu, sampai suatu hari, pada tahun 1904 Tuhan mendatangkan urapan kepada Evan sehingga terjadi kegerakan Wales.

Sebenarnya dia tidak memiliki kemampuan berkhotbah. Meskipun buku yang dia kenal hanyalah Alkitab, tapi Firman Tuhan itu membuat rohnya menyala-nyala. Selama bertahun-tahun, dia rindu menyampaikan Firman Tuhan. Suatu hari, Tuhan memberikan pewahyuan kepadanya bahwa akan terjadi kebangunan rohani di Wales. Visi tersebut membakar hatinya dan dia berusaha mencari kesempatan untuk berkhotbah. Meskipun pada awalnya, pendetanya tidak mengijinkan dia berkhotbah, tapi melihat Roberts begitu antusias, akhirnya ia diijinkan juga untuk berkhotbah. 17 orang yang bersedia mendengarkan khotbah Roberts (termasuk Pendetanya), tersentuh hatinya ketika dengan tegas Roberts menyampaikan firman Tuhan:(1) Anda harus mengakui dosa di hadapan Tuhan; (2) Anda harus menghilangkan kebiasaan yang tidak berkenan di hadapan Tuhan; (3) Anda harus tunduk pada pimpinan Roh Kudus; dan (4) Anda harus bersaksi tentang Kristus kepada semua orang. Malam berikutnya, lebih banyak orang yang ingin mendengar khotbah anak muda ini dan api kebangunan rohani menyebar dengan cepat ke seluruh negara itu. Dalam waktu 30 hari, ada 37 ribu orang yang bertobat dan menerima Kristus sebagai Juru selamat pribadi. Hanya dalam waktu 5 bulan, ada 100 ribu orang bertobat. Pengunjung gereja naik 90%, dan lebih dari 90% dari penduduk Wales “dilahirkan kembali.” Di Inggris, diperkirakan ada sekitar 2 juta orang yang bertobat menerima Kristus. Kemudian api Roh Kudus bergerak ke Eropa Barat dan Utara. Ketika Api itu “jatuh” di Norwegia, gereja dibanjiri orang yang minta untuk dibaptis. Api kebangunan terus berlanjut dan melanda Afrika, India, Cina, Korea, dan Amerika. Ahli sejarah memperkirakan ada sekitar 20 juta orang mengalami dampak dari Kebangunan Rohani di Wales ketika kebangunan itu melanda Inggris.

Pada waktu kegerakan Wales terjadi, ada tiga hamba Tuhan besar di Inggris yaitu G. Campbell Morgan, F.B. Meyer dan Gypsy Smith. Tetapi Tuhan memilih Evan Roberts, hanya seorang penambang batu bara yang tidak bisa berkhotbah. Jika kita melihat lebih dalam lagi tentang kisah hidupnya, ternyata Evan Robert adalah seorang yang suka berdoa. Ia seorang manusia biasa yang sama dengan kita, bahkan tidak menonjol talenta kerohaniannya saat dia dipakai Tuhan. Tetapi ketekunannya berdoa telah membuat Allah melangkah dari surga dan datang ke Wales hingga Kebangunan Rohani yang besar terjadi. Kesetiaannya berdoa telah mengubah kota Wales bahkan sampai ke seluruh negerinya untuk menyembah Yesus Kristus dengan benar. 13 tahun bukan waktu yang sedikit untuk terus berdoa dan membaca Alkitab. Ia telah berhasil membangun mezbah doa bagi Tuhan. Mezbah selalu berbicara tentang pengorbanan, dan Evan Robert telah berhasil mengorbankan waktu dan tenaganya untuk berdoa. Apalagi dia harus bekerja selama 12 jam per hari. Membangun mezbah doa membutuhkan komitmen yang kuat. Tidak banyak orang yang sanggup melakukannya karena mereka salah dalam memilih prioritas hidupnya. Bisa saja Evan Robert mengatakan tidak punya waktu untuk berdoa atau terlalu lelah untuk berdoa dan membaca Alkitab karena ia harus bekerja keras setiap hari sebagai penambang batu bara. Ada banyak orang yang memilih mengemukakan alasan kepada Tuhan untuk tidak mau berdoa atau beribadah kepada-Nya. Perumpamaan orang yang berdalih (Lukas 14:15-24) seolah tidak cukup untuk menyadarkan dan menggerakkan mereka mengikuti kehendak-Nya. Jika saja Evan Robert memilih untuk berdalih dan berargumentasi kepada Tuhan tentang hidupnya dan tidak mau membayar harga untuk Tuhan dengan ketaatan dan ketekunannya, mungkin tidak ada Kebangunan Rohani di Wales. Tetapi rencana Tuhan untuk Wales telah digenapi dan Evan Robert mau dipakai Tuhan untuk menjadi alat-Nya. Doa dapat mengubah keadaan kita. Doa dapat mengubah kota kita, bahkan bangsa kita. Siapa lagi kalau bukan Anda yang melakukannya?

Toronto Blessing

Toronto Blessing terjadi di suatu gereja kecil yang bernama Vineyard di Toronto, Kanada. Pendeta dari gereja ‘Vineyard’ di Toronto ini adalah John Arnott. Gereja ini tergabung dalam gereja ‘Vineyard’ yang didirikan oleh John Wimber. John Arnott dijamah oleh Tuhan melalui kehadirannya dalam Kebaktian Kebangunan Rohani yang diadakan oleh Benny Hin di Toronto. John Arnott dan istrinya Carol adalah hamba Allah yang setia untuk melayani orang-orang yang bermasalah hingga gereja yang mereka layani disebut semacam “rumah sakit”. Waktu mereka banyak dihabiskan untuk konseling dan pelayanan kesembuhan, luka batin serta pelepasan. Mereka sibuk dan terfokus untuk mengurusi orang-orang yang bermasalah, kepada orang-orang untuk memenuhi kebutuhan mereka untuk segera dapat dipulihkan, dan bukan lagi berfokus kepada Tuhan. Bagi mereka seolah-olah iblis sudah terlalu besar dan Tuhan terlalu kecil. Mereka menolong orang-orang dengan berpusat di seputar urusan dengan kegelapan, dan mencoba mengusir roh-roh jahat serta menyembuhkan luka-luka kehidupan, bukannya pada penerimaan hadirat dan kuasa Roh Kudus yang lebih lagi sebagai penekanan yang utama.

Namun pada musim gugur tahun 1992, Carol dan John Arnott pergi menghadiri kebaktian di Toronto yang diselenggarakan oleh Benny Hinn, yang berasal dari Toronto dan telah menjadi teman John selama duapuluh tahun. Semenjak menghadiri KKR tersebut mereka menetapkan dalam hati bahwa mereka harus mempunya urapan yang lebih lagi. Dan mereka mulai mencari Allah dengan cara yang berbeda dari sebelumnya. Mereka mulai mengundang hamba-hamba Tuhan untuk menjadi pembicara di gereja yang mereka pimpin, tidak peduli apa latar belakang hamba Tuhan tersebut karena ingin belajar dari mereka. Seluruh waktu mereka di pagi hari mulai mereka gunakan untuk menyembah, membaca, berdoa dan berada bersama-sama dengan Allah. Selama satu setengah tahun mereka melakukan hal tersebut, dan kembali mereka jatuh cinta bersama Yesus.

Pada tanggal 20 Januari 1994, John Arnott mengundang Randy Clark dari gereja Vineyard di St. Louis, Missouri, USA, untuk memimpin Kebaktian Kebangunan Rohani selama 4 hari di gerejanya. Di hari pertama Roh Kudus tercurah ke atas 120 orang yang menghadiri kebaktian Kamis malam di dalam Gereja mereka. Randy bersaksi bahwa pada waktu pelayanan dimulai, orang-orang jatuh dimana-mana, di lantai di bawah kuasa Roh Kudus, tertawa dan menangis. Sebelum Randy dan timnya datang, mereka telah berdoa dan selalu berdoa hingga Tuhan memberikan kepada mereka penglihatan tentang sebuah peta dengan api yang menyala di Toronto kemudian membakar seluruh peta itu. Dan Allah menggenapi penglihatan tersebut.

Setelah itu kebaktian-kebaktian penyegaran dan pembaruan pun mulai dibuat yaitu 6 malam dalam 1 minggu, mulai pukul 7.30 malam mereka mulai menyembah selama kira-kira 45 menit. Setelah itu mereka baru menerima atau menyambut para tamu. Beberapa anggota tim pelayanan harus pergi kerja di pagi hari, dan mereka biasanya pulang jam 11 atau jam 11.30 setelah ibadah. Tetapi yang lain tetap tinggal sampai bahkan lewat tengah malam, dan pintu-pintu biasanya tidak di tutup sampai setelah pukul 01.00 pagi. Mereka tetap masih menganggap gereja sebagai sebuah “rumah sakit”, tetapi sekarang Yesus menjadi Dokter yang Agung. Dan disana mereka dapat menyaksikan banyak orang berdatangan seperti anak kecil, hati mereka terbuka kepada Yesus.

Dalam setiap kebaktian (KKR) tersebut terjadi ‘lawatan Allah’ yang sangat luar biasa, yang disertai dengan berbagai manifestasi ‘pekerjaan Roh Kudus’ yang menakjubkan dan yang paling terkenal adalah holy laughter (tertawa kudus) dimana orang yang dijamah Roh Kudus merasakan sukacita dengan tertawa terus-menerus sampai berjam-jam bahkan beberapa hari. ‘Lawatan Allah’ ini menyebabkan Kebaktian Kebangunan Rohani itu diperpanjang sampai beberapa hari lagi. Beberapa saat setelah peristiwa itu, banyak orang Kristen dan hamba Tuhan dari seluruh Kanada, bahkan dari seluruh dunia yang pergi ke Toronto. Diperkirakan sampai dengan September 1994, lebih dari 200.000 orang dari seluruh dunia datang ke Toronto, dan 10.000 diantaranya adalah hamba-hamba Tuhan. Setelah para hamba Tuhan ini kembali ke gerejanya masing-masing, maka gereja mereka juga mendapatkan ‘lawatan Allah’ yang sama. Para hamba Tuhan yang pernah datang ke Toronto, baik mereka yang mengalami Toronto Blessing ataupun tidak, bisa menyalurkan Toronto Blessing itu kepada gereja mereka masing-masing. Peristiwa demi peristiwa yang mencengangkan sudah seringkali di pemandangan John dan Carol, dan kritikan-kritikan pedas dari hamba-hamba Tuhan yang tidak setuju dengan manifestasi pekerjaan Roh Kudus tidak dihiraukannya, tetapi justru mereka semakin menyaksikan pencurahan Roh Kudus yang Allah kerjakan lewat mereka. Undangan demi undangan mereka terima untuk menjadi saksi atas apa yang Allah kerjakan, dan bahkan sementara mereka melayani, banyak orang merasakan dan menerima kuasa Allah seperti di Selandia baru, Afrika, Amerika Sekatan, Amerika Utara, Eropa dan sekitar wilayah Pasifik bahkan di Papua New Guinea. Dalam setiap KKR dia dipakai Tuhan sebagai pembicara yang luar biasa, yang penuh dengan pengurapan Roh Kudus. Manifestasi-manisfestasi Roh Kudus selalu menyertai pelayanannya.

Satu setengah tahun setelah John Arnott dan istrinya mendapatkan penyegaran rohani mereka dalam Kebaktian Kebangunan Rohani yang diadakan oleh Benny Hinn, gereja yang dipimpinnya mendapatkan lawatan Allah yang sangat dahsyat. KKR tersebut adalah titik balik dimana dia kembali membangun hubungan yang intim dengan Tuhan. Dalam kurun waktu tersebut dia membangun mezbah doa bagi Tuhan. Sebelumnya, pelayanannya telah menjadi kering dan kehilangan arah. Namun ketika rohnya bangkit, dia kembali membangun hubungan yang benar dengan Bapa di sorga. Saat teduhnya bersama dengan Tuhan merupakan mezbah yang dia bangun kembali untuk memulihkan gerejanya. Kita bisa belajar dari peristiwa ini bahwa kekeringan dan kejenuhan dalam pelayanan harus segera diakhiri dengan membangun hubungan yang intim dengan Tuhan. Bisa jadi gereja mengalami kekeringan rohani dan stagnasi dalam pelayanan. Solusinya harus dimulai dari kebangunan rohani secara pribadi, dan berlanjut dengan membangun mezbah bagi Tuhan setiap pagi maka gereja tidak saja dipulihkan bahkan akan berkembang dan membawa dampak yang besar bagi kota kita, bangsa kita bahkan ke seluruh dunia. Kembali di sini dibuktikan bahwa doa merupakan kunci dalam setiap terjadinya kegerakan Allah yang dahsyat. Oleh karena itu doa harus menjadi kegiatan utama dalam pelayanan kita di bumi ini.

Transformasi Almolonga

Almolonga adalah kota di sebelah barat Guatemala, Amerika Latin, yang identik dengan pemujaan berhala. Ada berbagai macam dewa. Banyak penduduk yang menyembah patung perak.” Ladang-ladang di kota ini begitu tandus dengan petani yang miskin dan tertindas oleh dewa yang disebut Maximon. Dewa ini sangat dekat konotasinya dengan kemalasan, kebiasaan merokok, minuman keras dan perjinahan serta immoralitas. Gereja di sana terus mengadakan peperangan melawan berhala dari tahun 1974-1975. Hari-hari awal peperangan rohani ini amat dahsyat. Mereka yang dilepaskan kadang-kadang terlempar ke seluruh kamar dan muntah darah. Gereja terus melakukan doa syafaat dan nama Yesus terbukti mengalahkan kuasa kegelapan. Salah seorang yang dibebaskan adalah Jose Albino Tazej, seorang dukun sakti Maximon. Pada pukul 11 malam, Jose membangunkan keluarganya dan mengatakan bahwa dia sudah dimerdekakan dalam Yesus. Mereka membakar seluruh jimat dan benda keramat yang mereka miliki.

Namun, setan yang merasa cengkeramannya terhadap umat Tuhan melemah mulai memakai cara kekerasan. Pastor Mariano, salah satu pendeta yang mengadakan peperangan rohani, didatangi enam orang bersenjata api. Setelah mematahkan gigi depan Mariano, mereka memasukkan pistol ke mulutnya dan menarik pelatuknya. Saat hadirat Tuhan turun, terdengar suara klik, klik, klik. Pistol tidak dapat ditembakkan dan enam orang itu lari terbirit-birit. Jika kuasa Tuhan dinyatakan, maka bukan hanya orang yang ditransformasikan, melainkan juga tanah dan ladang. Jika Anda menjejakkan kaki saat ini ke Almolonga, Anda akan menyaksikan hamparan ladang hijau yang subur-makmur. Sayur mayur di sini-seledri, bawang, kubis, lobak, kentang, wortel-jauh lebih subur dibandingkan sayur di daerah lain. Sebagai contoh, wortel di sini besarnya sama dengan lengan orang dewasa Amerika! Pakar pertanian dari Amerika pernah meneliti keajaiban ini dengan prinsip-prinsip ilmiah. Hasilnya? Pastor Joel berkata, “Kebijaksanaan yang Allah berikan kepada para petani Almolonga memberikan hasil yang lebih baik daripada hasil metode ilmiah.” Itulah sebabnya mengapa kota ini disebut “Kebun Sayur-mayur Amerika”.

Orang-orang di sana juga makin dekat dengan Allah, tanah pun makin subur dan mereka makin makmur. Mereka mengungkapkan ucapan syukur itu lewat ucapan di bak truk mereka yang bertuliskan “El Shadai” dan “Regalito de Dios” (Kado kecil dari Allah). Toko-toko pun memiliki nama “Yerusalem Kecil” dan “Jehovah Jireh”. Beberapa pemimpin Kristen mengatakan bahwa Almolonga adalah contoh terbaik yang pernah mereka lihat tentang bagaimana syafaat, peperangan rohani, dan penginjilan dapat mengubah masyarakat.

Jika Allah bergerak di Azusa Street, Wales Inggris, Pensacola, Toronto Kanada, Almolonga Guatemala, tidakkah Ia juga sanggup mengubah Indonesia? Yang terpenting semua dimulai dengan doa. Maukah Anda berdoa bagi kota Anda dan negeri Anda? Rahasia semua kegerakan Allah selalu diawali dengan doa. Doa yang lahir dari kerinduan dan belas kasihan. Doa yang dinaikkan dengan kesungguhan dan kemurnian hati. Doa yang mempercayai bahwa Allah mendengar dan pasti melakukan utnuk menjawab doa itu. Doa dalam kesatuan orang-orang yang berdoa, kesatuan hamba-hamba Tuhan, kesatuan jemaat dan kesatuan antar gereja. Itulah yang harus kita lakukan. Kesatuan gereja-gereja di Indonesia harus terjadi supaya transformasi atas kota dan bangsa segera terjadi. Semuanya ini dimulai dari Anda dengan berdoa. [OC]

Tentang ichtius

Suara yang berseru di padang gurun, persiapkan Jalan Bagi Tuhan.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s