WAHYU KEPADA YOHANNES UNTUK 7 JEMAAT

Banyak di antara kita yang mungkin telah berkali-kali membaca tentang Wahyu Yesus Kristus kepada Ketujuh Jemaat dalam kitab Wahyu yang ditulis oleh Yohanes.

Banyak juga diantara kita yang sekalipun telah membaca berkali-kali tetap belum mengerti secara jelas atau menyimpulkan siapakah jemaat-jemaat tersebut atau jemaat manakah yang berkenan dihadapan Yesus.

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mempermudah untuk mengerti siapa dan bagaimana situasi dan kondisi jemaat-jemaat tersebut. Yang dimaksud dengan jemaat-jemaat saat itu adalah gereja-gereja yang terletak di Asia Kecil. Apa yang disebut dengan “gereja” bukanlah gedung atau tempat beribadah atau bersekutu melainkan setiap individual (jemaat) atau orang-orang yang datang ke gereja tersebut. Perlu dicamkan bahwasanya:

1. Gereja-gereja yang ditulis pada jaman itu adalah gereja-gereja yang sebenarnya.

2. Masalah yang dihadapi oleh gereja-gereja tersebut adalah masalah yang sebenarnya.

3. Gereja-gereja tersebut melambangkan 7 tahap perkembangan gereja dari abad pertama sampai saat ini, yang dilambangkan dengan 7 surat. Surat terakhir kepada jemaat di Laodikia, dapat dilambangkan sebagai kondisi perkembangan gereja pada akhir jaman ini. Ke-tujuh surat tersebut di tujukan kepada jemaat-jemaat sebagai berikut:

1. Kepada Jemaat di EFESUS (Wahyu 2:1-7) Hal-hal yang dipuji Yesus untuk gereja di Efesus: – Yesus mengetahui segala pekerjaan; baik jerih payah maupun ketekunan gerejanya – Yesus mengetahui kesabaran mereka dalam menghadapi orang-orang jahat (pendusta) yang mencobai mereka – Yesus mengetahui kesabaran mereka untuk menderita dan tidak mengenal lelah karena namaNya. – Yesus mengetahui bagaimana gerejanya membenci segala perbuatan pengikut Nikolaus (ajaran penyembahan berhala dan perzinahan) Hal yang dicela/dikritik Yesus untuk gereja di Efesus: – Gereja ini telah kehilangan kasihnya yang mula-mula Hal-hal yang dituntut Yesus untuk gereja di Efesus: – Bertobat dan melakukan lagi apa yang semula mereka lakukan (kasih mula-mula) – Apabila mereka tidak bertobat dan melakukan apa yang mereka lakukan semula, Tuhan akan mengambil kaki dian dari tempatnya. Hal-hal yang harus dimengerti oleh gereja pada jaman ini: – Kenyataan yang ada, gereja tidak lagi merupakan “Rumah Tuhan”. Seringkali jemaat datang ke gereja karena sebagai rutinitas. Gereja juga dipakai sebagai tempat untuk bermasyarakat, tempat untuk mencari teman baru, tempat untuk berjualan, tempat untuk mencari jabatan, tempat untuk berlibur dan sebagainya. Apa yang ingin Tuhan inginkan adalah Kasih Mula-Mula, seperti halnya pertama kali kita jatuh cinta dengan Tuhan, hati kita yang penuh sukacita, damai sejahtera, semangat untuk memberitakan injil dan memberikan kesaksian hidup dan kasih yang sejati dengan sesamanya di mana kita ke gereja benar-benar untuk mencari Tuhan. Dewasa ini gereja juga dipakai sebagai sarana untuk mencari keuntungan diri sendiri – Kaki Dian dilambangkan sebagai sumber lampu yang terang. Apabila kaki dian diambil, terang yang ada di dalam gerejapun akan hilang. Apalagi ‘terang’ yang dari Tuhan diambil, manusia akan jatuh ke dalam kebinasaan. Manusia akan kehilangan pegangan untuk mengetahui dan membedakan mana kehendak Tuhan dan mana kehendak duniawi. 2. Kepada Jemaat di SMIRNA (Wahyu 2:8-11) Hal-hal yang dipuji Yesus untuk gereja di Smirna – Gereja di Smirna menerima kesusahan dan kemiskinan (secara jasmani) – Sekalipun dalam kemiskinan jasmani, Gereja di Smirna kaya rohani – Menerima fitnah-an dari jemaah iblis. Hal yang dicela/dikritik Yesus untuk gereja di Smirna – Gereja di Smirna adalah salah satu dari 2 gereja yang tidak dicela/di kritik Yesus dari 7 gereja yang ada. Hal-hal yang dituntut Yesus untuk gereja di Smirna – Jangan takut terhadap apa yang harus diderita – Setia sampai mati dan mahkota kehidupan akan dikaruniakan Hal-hal yang harus dimengerti gereja pada jaman ini – Banyak diketemukan gereja yang kaya jasmani dan miskin rohani, bertolak belakang dari jemaat di Smirna yang miskin jasmani dan kaya rohani. – Seiring dengan semakin banyaknya masalah, kesetiaan jemaat harus semakin bertambah agar jemaat dapat dikaruniakan mahkota kehidupan (hidup kekal di rumah Tuhan) – Perlu disadari bahwasanya iblis dengan kekuatannya selalu mencoba melakukan penghasutan dan pengfitnahan. Seringkali hal-hal tersebut terjadi di kalangan jemaat dan jemaat tidak menyadari bahwa iblis bekerja keras siang dan malam dengan segala cara untuk menghancurkan kemuliaan Allah dan persekutuan anak-anak Allah dengan Bapa mereka. 3. Kepada Jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2:12-17) Hal-hal yang dipuji Yesus untuk gereja di Pergamus – Yesus mengetahui keberadaan mereka dalam berpegang kepada nama-Nya – Yesus mengetahui mereka yang tidak menyangkal iman mereka kepada-Nya. – Yesus mengetahui mereka yang menjadi saksi-Nya dan setia kepada-Nya Hal yang dicela/dikritik Yesus untuk gereja di Pergamus – Menganut ajaran Bileam (ajaran sesat untuk penyembahan berhala dan berbuat zinah) – Memberi nasihat kepada Balak, untuk menyesatkan orang Israel supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah – Berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus(ajaran penyembahan berhala dan berbuat zinah) Hal yang dituntut Yesus untuk gereja di Perganus – Bertobat. atau Tuhan akan memerangi mereka dengan Pedang yang dari mulut-Nya. Hal-hal yang harus dimengerti oleh gereja jaman ini – Perganum artinya menikah. Pada akhir jaman ini gereja telah ‘menikahi’ dunia. Banyak dokrin gereja telah dibuat untuk menyesuaikan dengan dokrin dunia dimana populalitas gereja telah tercampur dengan berbagai unsur politik gereja dunia di mana kemurnian dari kerohanian gereja telah menurun seperti halnya persembahan berhala dan perbuatan zinah. – Yesus tidak bertoleransi dengan ajaran-ajaran yang bukan ajaran-ajaranNya (ajaran Bileam, Balak dan Nikolaus). – Banyak diketemukan jemaat yang berpegang di dalam nama Yesus, mengakui keberadaan mereka sebagai kristen yang menjadi saksi-saksi Yesus, tetapi kehidupan pribadi jemaat tersebut menganut ajaran berhala dan melakukan perzinahan. 4. Kepada Jemaat di TIATIRA (Wahyu 2:18-29) Hal-hal yang dipuji Yesus untuk gereja di Tiatira – Yesus mengetahui segala pekerjaan mereka, baik kasih maupun iman mereka. – Yesus mengetahui segala pekerjaan mereka, baik pelayanan maupun ketekunan mereka – Yesus mengetahui bahwa pekerjaan lebih bertambah dari pada yang pertama. Hal yang dicela/dikritik Yesus untuk gereja di Tiatira – Mereka membiarkan wanita Izebel (yang menyebut dirinya nabiah) untuk mengajar dan menyesatkan hamba-hambaNya supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala. Hal yang dituntut Yesus untuk gereja di Tiatira – Bertobat!!! – Sekalipun tidak banyak tapi apa yang tersisa; kasih, iman, pelayanan dan pekerjaan untuk kemuliaan Allah, berpeganglah sampai Yesus tiba. Hal-hal yang harus dimengerti gereja akhir jaman – Tiatira disebut “Gereja Zinah”. Gereja yang paling dikutuk Tuhan. Banyak gereja di akhir jaman yang telah kehilangan kesuciannya dengan memberikan kompromi kepada jemaat untuk melakukan perzinahan. – Ajaran Izebel adalah ajaran sesat, perzinahan, penyembahan berhala dan mencintai sesuatu lebih dari mencintai Tuhan. – Landasan ajaran Tuhan Allah bukan lagi merupakan landasan utama bagi jemaat untuk bertindak dan berlaku tetapi merupakan suatu landasan yang dapat di-kompronikan dan disesuaikan dengan kondisi dan situasi kehidupan jemaat. 5. Kepada Jemaat di SARDIS (Wahyu 3:1-6) Hal-hal yang dipuji Yesus untuk gereja di Sardis – Tidak ada hal yang dipuji Yesus untuk gereja di Sardis karena tidak satupun dari pekerjaan mereka yang didapati sempurna di hadapan Allah. Hal-hal yang dicela/dikritik Yesus – Gereja yang tidak ada satupun pekerjaannya yang berkenan dihadapan Allah – Gereja yang penuh kemunafikan (dikatakan hidup padahal mati) – Gereja yang penuh kepura-puraan (menerima dan mendengar tapi tidak melakukan) – Gereja yang tidak siap untuk didatangi mempelainya. Hal-hal yang dituntut Yesus untuk gereja di Sardis – Bangunlah dan kuatkanlah apa yang masih tinggal, yang sudah hampir mati – Sadarlah!!! – Berjaga-jagalah. – Bertobatlah Hal-hal yang harus dimengerti gereja akhir jaman – Secara ringkas inilah yang disebut sebagai gereja yang penuh ‘sesat” – Gereja yang memakai kedok sebagai ‘tempat beribadah atau rumah Tuhan” pada hakekatnya tidak ada satupun hal yang dilakukan di gereja sejenis ini yang berkenan di mata Tuhan baik dalam pengajaran (pengabaran kebenaran), perbuatan yang penuh kemunajikan dan tidak siap dengan minyaknya untuk berjaga-jaga menunggu kedatangan Mempelai. Jemaat-jemaat di gereja seperti ini akan di dapati tertidur (tidak siap) ketika mempelai tiba. Ketika Tuhan Yesus datang untuk kedua kalinya, jemaat-jemaat di gereja ini tidak akan ikut terangkat. – Gereja yang dibangun berdasarkan kebenaran, tapi kehilangan kekuatannya; gereja yang mencoba membangunkan dirinya dengan reputasi yang baik tetapi sesungguhnya ternista, tercemar dan “mati’ karena ke-kristenan mereka hanyalah sebuah nama “…engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!” – Gereja yang menamakan dirinya Kristen, tetapi semua perbuatan mereka tidaklah sesuai dengan ajaran berdasarkan firman Tuhan. 6. Kepada Jemaat di PHILADELPHIA (Wahyu 3:7-13) Hal-hal yang dipuji Yesus untuk gereja di Philadelphia – Segala pekerjaan jemaat berkenan sehingga Yesus membuka pintu bagi mereka yang tidak dapat ditutup oleh siapapun. – Dengan kekuatan yang tidak seberapa, jemaat di Philadelphia menuruti firman Allah dan tidak menyangkal namaNya. – Jemaat tidak terperangkap dari dusta dari jemaah iblis, sehingga Yesus akan menghadapkan jemaah iblis untuk bersungkur di depan kaki Jemaat di Philadelpia ini. – Jemaat menuruti firman Allah dan dengan tekun menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali. Hal-hal yang dicela/dikritik Yesus – Gereja di Philadelphia adalah gereja kedua yang tidak dicela/di kritik Yesus. Hal-hal yang dituntut Yesus untuk gereja di Philadelphia – Tetap berpegang di dalam ketekunan dan kesetiaan mereka agar tidak ada seorangpun yang dapat mengambil mahkota kehidupan mereka. Hal-hal yang harus dimengerti oleh gereja akhir jaman – Hanya jemaat-jemaat di Smirna dan Philadelphia yang akan menerima mahkota kehidupan yang kekal untuk masuk ke dalam kerajaan Allah. – Dari 7 surat yang dikirim kepada 7 gereja, hanya 2 gereja yang benar-benar berkenan di mata Tuhan. Berdasarkan persentase jemaat kristen yang begitu besar pada akhir jaman ini, pada akhirnya jemaat yang akan masuk ke rumah Bapa di sorga tidaklah mencapai 30% (2 gereja yang berkenan dibagi dengan total 7 gereja yang menerima surat). – Untuk tetap tekun dan setia, tidak diperlukan kekuatan yang luar biasa, tetapi dengan kekuatan yang seadanya seorang jemaat tetap dapat setia menanggung segala sesuatu sampai akhirnya, apabila mereka benar-benar melakukan dan menuruti firman Allah dan tidak menyangkal namaNya. 7. Kepada jemaat di LAODIKIA (Wahyu 3:14-22) Hal-hal yang dipuji Yesus untuk gereja di Laodikia – Tidak terdapat hal-hal yang dipuji oleh Yesus untuk gereja di Laodikia ini. Hal-hal yang dicela/dikritik Yesus – Gereja yang tidak memiliki sikap dan ketegasan di pihak mana mereka berpegang (suam-suam kuku) karena “engkau tidak dingin atau panas” – Gereja yang menyombongkan diri dengan keberadaan mereka, dimana sebenarnya mereka sama-sekali tidak memiliki apa-apa “..Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan kerena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang” Hal-hal yang dituntut Yesus untuk gereja di Laodikia – Memiliki sikap dan ketegasan “..Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!” – Mengetahui dengan sebenarnya apakah itu kekayaan, bagaimana menggunakan harta yang ada untuk kemuliaan Allah bukan untuk sifat keduniawian dan memandang segala sesuatu dari sudut pandang dan perspective dari pihak Allah dan bukan dari sudut pandang dan perspective manusia. – Bersedia ditegor dan dihajar, apabila jemaat mau dikasihi Allah – Relakan hati dan bertobat untuk ditegor dan dihajar. – Agar mereka membuka pintu hati mereka agar Yesus dapat masuk dan makan bersama-sama mereka. Hal-hal yang harus dimengerti gereja pada akhir jaman – Gereja suam-suam kuku seperti ini adalah gambaran gereja akhir jaman yang tersebar di mana-mana. Ancaman terbesar untuk orang-orang Kristen dewasa ini bukanlah terhadap mereka yang menamakan dirinya “atheist atau agnostic- tidak percaya adanya Tuhan”, ajaran sesat (ajaran setan) atau pemeluk Kristen yang sangat bersungguh-sungguh karena kelompok-kelompok ini telah diketahui di mana keberadaan mereka yang sesungguhnya. Tapi ancaman yang sangat serious datangnya justru dari penganut kristen yang suam-suam kuku, karena sebagai kristen, kita tidak mengetahui dengan jelas di mana keberadaan mereka yang sebenarnya. – Penganut “suam-suam kuku” ini umumnya berada diantara 50% mengerti dan 50% tidak mengerti atau 50% di dalam dan 50% di luar. Jemaat seperti ini akan mengaku keberadaan mereka sebagai ‘jemaat yang menerima Kristus dan hidup baru’ dan pada waktu yang bersamaan tindakan dan perilaku hidup mereka jauh lebih jahat dan sangat tidak layak dibandingkan mereka yang tidak percaya dengan Kristus sama sekali. Atau jemaat yang mengaku mengerti alkitab tetapi kemudian mengutip hanya ayat-ayat tertentu untuk dijadikan landasan dan mengartikan potongan-potongan ayat untuk di-praktek-an dalam hidup mereka- di mana arti sesungguhnya dari alkitab dan ayat yang dikutip bertolak belakang dari pengertian mereka sendiri. – Merupakan lambang gereja yang memiliki kecanduan akan : uang, material, kekuasaan, ketenaran, keserakahan dan gaya hidup mewah dengan pengeluaran yang tidak diperlukan. Gereja sejenis ini menganggap dirinya kaya, padahal mereka sangat miskin, Gereja yang hidup dalam kesombongan mereka dan menutup mata untuk keberadaan Tuhan Allah. Sekalipun surat-surat untuk ke-tujuh jemaat dalam Wahyu ditulis beberapa ribu tahun lalu, perlu diketahui bahwa kondisi yang di hadapi gereja-gereja pada era dan jaman ini dapat digambarkan memiliki banyak persamaan dengan kondisi gereja-gereja tersebut beberapa ribu tahun yang lampau. Surat-surat tersebut sifatnya “timeless” – tidak akan pernah ketinggalan jaman. Seperti apa yang di alami oleh gereja di Efesus – banyak gereja saat ini yang juga telah kehilangan kasih mula-mulanya; atau gereja di Sardis – banyak gereja yang hidup dalam ke-pura-puraan; ataupun gereja di Laodikia – gereja yang suam-suam kuku. Semua masalah yang dihadapi pada jaman itu, juga dihadapi oleh gereja pada jaman-jaman ini. Dan pada akhirnya, hanya terdapat 2 gereja yang setia dan berkenan yang akan menerima mahkota kehidupan dari Yesus Kristus yaitu: 1. Jemaat di Smirna (The Persecuted Church) 2. Jemaat di Philadelphia (The Faithful Church) By: Fidia Yeo San Francisco, CA (June 21, 2010)

Tentang ichtius

Suara yang berseru di padang gurun, persiapkan Jalan Bagi Tuhan.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s