Pegerakan Pantekosta

Setelah pencuraan Roh Kudus bahkan sampai sekarang ini, Roh Kudus telah melanda dunia dan dicurahkan atas orang-orang yang sungguh-sungguh percaya dan mencari Tuhan. Beberapa kebangunan rohani yang terkenal di bawah ini dituliskan agar kita belajar bahwa Tuhan masih bekerja sampai sekarang untuk memulihkan umatNya dan berkarya dengan tanda-tanda yang heran dan mujizat yang menakjubkan. Di banyak tempat di belaan dunia ini, bahkan di Indonesia, Tuhan pernah melawat umatNya dengan cara-cara yang heran. Ada yang membawa dampak yang luas sampai mendunia, namun ada yang tidak terdengar, namun Allah melalui Roh KudusNya lah yang melakukan kebangunan rohani di berbagai tempat. Kebangunan rohani ini pernah dialami penulis di satu jemaat kecil di satu kota kecil dimana anak-anak muda diubah menjadi radikal di dalam Tuhan.

Revival di Azusa Street

Pengalaman Roh Kudus yang terjadi di Azusa Street di tahun 1906 sebenarnya bukan hal yang baru. Kisah Para Rasul 2 mencatat peristiwa pencurahan Roh Kudus dan Baptisan Roh Kudus. Kegerakan Pentakosta yang terkenal dengan Azusa Street Revival di mulai di rumah Richard dan Ruth Asbery, 214 Bonnie Brae Street, pada tanggal 9 April 1906 ketika Edward Lee dipenuhi Roh Kudus setelah didoakan oleh William Seymour, dan kemudian diikuti enam orang lain yang juga mulai berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru termasuk Jenny Moore, yang di kemudian hari menjadi isteri William Seymour.

William Joseph Seymour adalah seorang kulit hitam yang menjadi pemimpin gerakan Azusa Street yang lahir di Centerville, Louisiana, 2 Mei 1870. Keluarganya adalah penganut Baptis dan bekas budak, Simon dan Phyllis Seymour. Pada umur 25 tahun, ia pindah ke Indianapolis, bekerja sebagai penjaga rel kereta api dan kemudian sebagai pelayan restoran. Pada masa inilah ia terserang cacar, yang mengakibatkan mata kirinya buta. Tahun 1900 ia pindah ke Cincinnati dan bergabung dengan Church of God. Di sini ia mendalami Teologi Kekudusan yang radikal.

Teologi ini mengajarkan pengudusan sebagai pengalaman pasca pertobatan menuju kekudusan sempurna, kesembuhan ilahi, premilenialisme, dan janji akan pencurahan Roh Kudus di seluruh dunia sebelum terjadinya pengangkatan. Tahun 1903 ia pindah ke Houston, Texas untuk mencari keluarganya dan di sana ia bergabung dengan gereja kecil beraliran kekudusan yang digembalakan oleh seorang wanita kulit hitam, Lucy Farrow. Tidak lama kemudian Farrow memperkenalkannya dengan Charles Fox Parham, seorang pengajar Kekudusan. Murid-murid yang dilayaninya mengalami karunia bahasa lidah (glossolalia) dua tahun sebelumnya. Bagi Parham, itu adalah “bukti Alkitabiah” dari baptisan Roh Kudus. Ketika ia mendirikan Sekolah Alkitab “Apostolic Faith” di Houston, Farrow mendorong Seymour mengikutinya. Sementara itu William Seymour yang justru belum mengalami baptisan Roh Kudus, terus berdoa, dan baru menerima baptisan Roh Kudus beberapa hari kemudian pada tanggal 12 April setelah berdoa sepanjang malam. Mereka berdoa berseru tiga hari tiga malam dan mendapatkan pengalaman Baptisan Roh Kudus yang ditandai dengan bahasa roh.

Berita pencurahan Roh Kudus cepat tersebar sehingga orang-orang berdatangan dari mana-mana sehingga sudah tidak ada tempat lagi untuk mendekati rumah tersebut oleh karena begitu banyaknya orang yang datang, sampai fondasi rumah tersebut ambruk tetapi tidak ada seorangpun yang cedera. Mereka terus berdoa dan banyak orang-orang yang menerima baptisan Roh Kudus walau sesungguhnya mereka datang hanya untuk melihat apa yang sedang terjadi, juga banyak yang disembuhkan dari berbagai penyakit, dan banyak lagi dari orang-orang yang datang, bertobat menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat. Dengan begitu cepat rumah di jalan Bonnie Brae nomor 214 tersebut tidak dapat lagi menampung orang-orang yang datang ke tempat itu. Kemudian mereka berpindah di sebuah gedung tua di 312 Azusa Street. Selama tiga tahun mereka mengadakan ibadah tiga kali sehari dari pagi hari sampai malam hari setiap hari. Dan sampai sekarang ini kegerakan Roh Kudus terus terjadi dan tidak lagi hanya menjadi bagian Azusa Street tetapi sampai ke seluruh dunia.

Revival di Pensacola

Kebangunan Rohani Tertawa dari gerakan Kharismatik yang juga disebut Toronto Blessing sedang bergerak melewati dunia Pentakosta-Kharismatik. Sejak bulan Juni 1995, terjadi lagi di Gereja Sidang Jemaat Allah Brownsville Pensacola, Florida. Majalah Charisma menyebut hal ini “Pencurahan Roh Kudus Pensacola” Hal ini dimulai Juni 1995, dibawah pelayanan penginjil Steve Hill. Ribuan orang telah mengunjungi pelayanan ini yang berlangsung setiap malam mulai rabu sampai sabtu. Seorang agen perjalanan berkata bahwa perusahaannya menerima buking pesawat atau hotel untuk lebih dari 1.000 pengunjung setiap minggu.

Fenomena Pensacola sama dengan manifestasi yang terjadi di Toronto dan KKR Rodney Howard-Browne -tertawa tanpa kontrol, rebah dalam roh, bergoncang, dll. Gembala Gereja Sidang Jemaat Allah Brownsville, John Kilpatrick, menggambarkan awal mula dia mengalami pencurahan “Roh Kudus” pada Juni 1995. Ia berkata ia jatuh ke lantai dan berbaring di sana selama hampir empat jam. “Ketika saya menyentuh lantai rasanya seperti ditekan beban seberat 10,000 pounds. Saya tahu sesuatu yang supernatural sedang terjadi.” (Charisma, Juni 1996). Pemimpin kebaktian di Pensacola mengklaim bahwa sebuah titik balik terjadi dalam bulan Agustus 1995, dua bulan setelah dimulainya manifestasi. Seorang mahasiswi berusia 19 tahun berdiri dan mulai bernubuat:”Allah sedang bergerak dengan cepat dan tidak banyak waktu lagi. Dia merasa sakit dan berduka karena rohmu.” Setelah mengucapkan kata-kata ini gadis ini bergoncang dengan keras sehingga seorang pemerhati awam berpikir gadis ini menderita kelumpuhan karena otak yang mengalami luka.” Saat ia selesai bernubuat, ia jatuh ke lantai. Kesaksian ini direkam dalam videotape dan beribu-ribu kopi telah diedarkan. Ketika orang-orang menyaksikan clip ini mereka sering menangis lalu bertobat.

Menurut majalah Charisma, 25.000 orang telah membuat “keputusan menerima Kristus” melalui manifestasi Pensacola. Kita diberitahu bahwa pecandu obat-obatan diubahkan, penari telanjang berhenti dari profesinya, keluarga retak dipulihkan dan anak-anak muda mulai membakar buku-buku sihir dan musik yang menghujat. Penginjil Stephen Hill berkata bahwa “pertobatan dari dosa dan penjangkauan orang yang terhilang – bukan monopoli Kharismatik – adalah hal yang terjadi dalam kebangunan rohani itu. Tentu kita tidak meragukan orang-orang yang diselamatkan itu. Kita memuji Tuhan untuk setiap jiwa yang benar-benar bertobat dan menghormati gereja yang telah menjangkaunya. Ketika Injil diberitakan dan Tuhan Yesus ditinggikan, Allah menyelamatkan orang berdosa. Tapi fakta: Allah menggunakan seseorang dan sebuah gereja untuk menyelamatkan orang berdosa tidaklah sepenting dari Allah berkenan atas segala sesuatu yang menjadi pendirian/sikap individu atau gereja terhadap firman-Nya.

Revival di Wales

Kebangunan Rohani ini dipimpin oleh seorang bernama Evan Roberts. Ia seorang penambang batu bara yang masih muda dan dalam usia 25 tahun ia mengawali kebangunan rohani yang dahsyat di Wales Inggris pada tahun 1904. Evan Roberts telah bekerja di tambang batu bara selama 12 jam sehari mulai dari usia 12 tahun. Ketika waktu istrirahat, ia memilih untuk berdoa dan membaca firman Tuhan. Selama 13 tahun Evan Roberts melakukan hal itu, sampai suatu hari, pada tahun 1904 Tuhan mendatangkan urapan kepada Evan sehingga terjadi kegerakan Wales.

Sebenarnya dia tidak memiliki kemampuan berkhotbah. Meskipun buku yang dia kenal hanyalah Alkitab, tapi Firman Tuhan itu membuat rohnya menyala-nyala. Selama bertahun-tahun, dia rindu menyampaikan Firman Tuhan. Suatu hari, Tuhan memberikan pewahyuan kepadanya bahwa akan terjadi kebangunan rohani di Wales. Visi tersebut membakar hatinya dan dia berusaha mencari kesempatan untuk berkhotbah. Meskipun pada awalnya, pendetanya tidak mengijinkan dia berkhotbah, tapi melihat Roberts begitu antusias, akhirnya ia diijinkan juga untuk berkhotbah. 17 orang yang bersedia mendengarkan khotbah Roberts (termasuk Pendetanya), tersentuh hatinya ketika dengan tegas Roberts menyampaikan firman Tuhan:(1) Anda harus mengakui dosa di hadapan Tuhan; (2) Anda harus menghilangkan kebiasaan yang tidak berkenan di hadapan Tuhan; (3) Anda harus tunduk pada pimpinan Roh Kudus; dan (4) Anda harus bersaksi tentang Kristus kepada semua orang. Malam berikutnya, lebih banyak orang yang ingin mendengar khotbah anak muda ini dan api kebangunan rohani menyebar dengan cepat ke seluruh negara itu. Dalam waktu 30 hari, ada 37 ribu orang yang bertobat dan menerima Kristus sebagai Juru selamat pribadi. Hanya dalam waktu 5 bulan, ada 100 ribu orang bertobat. Pengunjung gereja naik 90%, dan lebih dari 90% dari penduduk Wales “dilahirkan kembali.” Di Inggris, diperkirakan ada sekitar 2 juta orang yang bertobat menerima Kristus. Kemudian api Roh Kudus bergerak ke Eropa Barat dan Utara. Ketika Api itu “jatuh” di Norwegia, gereja dibanjiri orang yang minta untuk dibaptis. Api kebangunan terus berlanjut dan melanda Afrika, India, Cina, Korea, dan Amerika. Ahli sejarah memperkirakan ada sekitar 20 juta orang mengalami dampak dari Kebangunan Rohani di Wales ketika kebangunan itu melanda Inggris.

Pada waktu kegerakan Wales terjadi, ada tiga hamba Tuhan besar di Inggris yaitu G. Campbell Morgan, F.B. Meyer dan Gypsy Smith. Tetapi Tuhan memilih Evan Roberts, hanya seorang penambang batu bara yang tidak bisa berkhotbah. Jika kita melihat lebih dalam lagi tentang kisah hidupnya, ternyata Evan Robert adalah seorang yang suka berdoa. Ia seorang manusia biasa yang sama dengan kita, bahkan tidak menonjol talenta kerohaniannya saat dia dipakai Tuhan. Tetapi ketekunannya berdoa telah membuat Allah melangkah dari surga dan datang ke Wales hingga Kebangunan Rohani yang besar terjadi. Kesetiaannya berdoa telah mengubah kota Wales bahkan sampai ke seluruh negerinya untuk menyembah Yesus Kristus dengan benar. 13 tahun bukan waktu yang sedikit untuk terus berdoa dan membaca Alkitab. Ia telah berhasil membangun mezbah doa bagi Tuhan. Mezbah selalu berbicara tentang pengorbanan, dan Evan Robert telah berhasil mengorbankan waktu dan tenaganya untuk berdoa. Apalagi dia harus bekerja selama 12 jam per hari. Membangun mezbah doa membutuhkan komitmen yang kuat. Tidak banyak orang yang sanggup melakukannya karena mereka salah dalam memilih prioritas hidupnya. Bisa saja Evan Robert mengatakan tidak punya waktu untuk berdoa atau terlalu lelah untuk berdoa dan membaca Alkitab karena ia harus bekerja keras setiap hari sebagai penambang batu bara. Ada banyak orang yang memilih mengemukakan alasan kepada Tuhan untuk tidak mau berdoa atau beribadah kepada-Nya. Perumpamaan orang yang berdalih (Lukas 14:15-24) seolah tidak cukup untuk menyadarkan dan menggerakkan mereka mengikuti kehendak-Nya. Jika saja Evan Robert memilih untuk berdalih dan berargumentasi kepada Tuhan tentang hidupnya dan tidak mau membayar harga untuk Tuhan dengan ketaatan dan ketekunannya, mungkin tidak ada Kebangunan Rohani di Wales. Tetapi rencana Tuhan untuk Wales telah digenapi dan Evan Robert mau dipakai Tuhan untuk menjadi alat-Nya. Doa dapat mengubah keadaan kita. Doa dapat mengubah kota kita, bahkan bangsa kita. Siapa lagi kalau bukan Anda yang melakukannya?

Toronto Blessing

Toronto Blessing terjadi di suatu gereja kecil yang bernama Vineyard di Toronto, Kanada. Pendeta dari gereja ‘Vineyard’ di Toronto ini adalah John Arnott. Gereja ini tergabung dalam gereja ‘Vineyard’ yang didirikan oleh John Wimber. John Arnott dijamah oleh Tuhan melalui kehadirannya dalam Kebaktian Kebangunan Rohani yang diadakan oleh Benny Hin di Toronto. John Arnott dan istrinya Carol adalah hamba Allah yang setia untuk melayani orang-orang yang bermasalah hingga gereja yang mereka layani disebut semacam “rumah sakit”. Waktu mereka banyak dihabiskan untuk konseling dan pelayanan kesembuhan, luka batin serta pelepasan. Mereka sibuk dan terfokus untuk mengurusi orang-orang yang bermasalah, kepada orang-orang untuk memenuhi kebutuhan mereka untuk segera dapat dipulihkan, dan bukan lagi berfokus kepada Tuhan. Bagi mereka seolah-olah iblis sudah terlalu besar dan Tuhan terlalu kecil. Mereka menolong orang-orang dengan berpusat di seputar urusan dengan kegelapan, dan mencoba mengusir roh-roh jahat serta menyembuhkan luka-luka kehidupan, bukannya pada penerimaan hadirat dan kuasa Roh Kudus yang lebih lagi sebagai penekanan yang utama.

Namun pada musim gugur tahun 1992, Carol dan John Arnott pergi menghadiri kebaktian di Toronto yang diselenggarakan oleh Benny Hinn, yang berasal dari Toronto dan telah menjadi teman John selama duapuluh tahun. Semenjak menghadiri KKR tersebut mereka menetapkan dalam hati bahwa mereka harus mempunya urapan yang lebih lagi. Dan mereka mulai mencari Allah dengan cara yang berbeda dari sebelumnya. Mereka mulai mengundang hamba-hamba Tuhan untuk menjadi pembicara di gereja yang mereka pimpin, tidak peduli apa latar belakang hamba Tuhan tersebut karena ingin belajar dari mereka. Seluruh waktu mereka di pagi hari mulai mereka gunakan untuk menyembah, membaca, berdoa dan berada bersama-sama dengan Allah. Selama satu setengah tahun mereka melakukan hal tersebut, dan kembali mereka jatuh cinta bersama Yesus.

Pada tanggal 20 Januari 1994, John Arnott mengundang Randy Clark dari gereja Vineyard di St. Louis, Missouri, USA, untuk memimpin Kebaktian Kebangunan Rohani selama 4 hari di gerejanya. Di hari pertama Roh Kudus tercurah ke atas 120 orang yang menghadiri kebaktian Kamis malam di dalam Gereja mereka. Randy bersaksi bahwa pada waktu pelayanan dimulai, orang-orang jatuh dimana-mana, di lantai di bawah kuasa Roh Kudus, tertawa dan menangis. Sebelum Randy dan timnya datang, mereka telah berdoa dan selalu berdoa hingga Tuhan memberikan kepada mereka penglihatan tentang sebuah peta dengan api yang menyala di Toronto kemudian membakar seluruh peta itu. Dan Allah menggenapi penglihatan tersebut.

Setelah itu kebaktian-kebaktian penyegaran dan pembaruan pun mulai dibuat yaitu 6 malam dalam 1 minggu, mulai pukul 7.30 malam mereka mulai menyembah selama kira-kira 45 menit. Setelah itu mereka baru menerima atau menyambut para tamu. Beberapa anggota tim pelayanan harus pergi kerja di pagi hari, dan mereka biasanya pulang jam 11 atau jam 11.30 setelah ibadah. Tetapi yang lain tetap tinggal sampai bahkan lewat tengah malam, dan pintu-pintu biasanya tidak di tutup sampai setelah pukul 01.00 pagi. Mereka tetap masih menganggap gereja sebagai sebuah “rumah sakit”, tetapi sekarang Yesus menjadi Dokter yang Agung. Dan disana mereka dapat menyaksikan banyak orang berdatangan seperti anak kecil, hati mereka terbuka kepada Yesus.

Dalam setiap kebaktian (KKR) tersebut terjadi ‘lawatan Allah’ yang sangat luar biasa, yang disertai dengan berbagai manifestasi ‘pekerjaan Roh Kudus’ yang menakjubkan dan yang paling terkenal adalah holy laughter (tertawa kudus) dimana orang yang dijamah Roh Kudus merasakan sukacita dengan tertawa terus-menerus sampai berjam-jam bahkan beberapa hari. ‘Lawatan Allah’ ini menyebabkan Kebaktian Kebangunan Rohani itu diperpanjang sampai beberapa hari lagi. Beberapa saat setelah peristiwa itu, banyak orang Kristen dan hamba Tuhan dari seluruh Kanada, bahkan dari seluruh dunia yang pergi ke Toronto. Diperkirakan sampai dengan September 1994, lebih dari 200.000 orang dari seluruh dunia datang ke Toronto, dan 10.000 diantaranya adalah hamba-hamba Tuhan. Setelah para hamba Tuhan ini kembali ke gerejanya masing-masing, maka gereja mereka juga mendapatkan ‘lawatan Allah’ yang sama. Para hamba Tuhan yang pernah datang ke Toronto, baik mereka yang mengalami Toronto Blessing ataupun tidak, bisa menyalurkan Toronto Blessing itu kepada gereja mereka masing-masing. Peristiwa demi peristiwa yang mencengangkan sudah seringkali di pemandangan John dan Carol, dan kritikan-kritikan pedas dari hamba-hamba Tuhan yang tidak setuju dengan manifestasi pekerjaan Roh Kudus tidak dihiraukannya, tetapi justru mereka semakin menyaksikan pencurahan Roh Kudus yang Allah kerjakan lewat mereka. Undangan demi undangan mereka terima untuk menjadi saksi atas apa yang Allah kerjakan, dan bahkan sementara mereka melayani, banyak orang merasakan dan menerima kuasa Allah seperti di Selandia baru, Afrika, Amerika Sekatan, Amerika Utara, Eropa dan sekitar wilayah Pasifik bahkan di Papua New Guinea. Dalam setiap KKR dia dipakai Tuhan sebagai pembicara yang luar biasa, yang penuh dengan pengurapan Roh Kudus. Manifestasi-manisfestasi Roh Kudus selalu menyertai pelayanannya.

Satu setengah tahun setelah John Arnott dan istrinya mendapatkan penyegaran rohani mereka dalam Kebaktian Kebangunan Rohani yang diadakan oleh Benny Hinn, gereja yang dipimpinnya mendapatkan lawatan Allah yang sangat dahsyat. KKR tersebut adalah titik balik dimana dia kembali membangun hubungan yang intim dengan Tuhan. Dalam kurun waktu tersebut dia membangun mezbah doa bagi Tuhan. Sebelumnya, pelayanannya telah menjadi kering dan kehilangan arah. Namun ketika rohnya bangkit, dia kembali membangun hubungan yang benar dengan Bapa di sorga. Saat teduhnya bersama dengan Tuhan merupakan mezbah yang dia bangun kembali untuk memulihkan gerejanya. Kita bisa belajar dari peristiwa ini bahwa kekeringan dan kejenuhan dalam pelayanan harus segera diakhiri dengan membangun hubungan yang intim dengan Tuhan. Bisa jadi gereja mengalami kekeringan rohani dan stagnasi dalam pelayanan. Solusinya harus dimulai dari kebangunan rohani secara pribadi, dan berlanjut dengan membangun mezbah bagi Tuhan setiap pagi maka gereja tidak saja dipulihkan bahkan akan berkembang dan membawa dampak yang besar bagi kota kita, bangsa kita bahkan ke seluruh dunia. Kembali di sini dibuktikan bahwa doa merupakan kunci dalam setiap terjadinya kegerakan Allah yang dahsyat. Oleh karena itu doa harus menjadi kegiatan utama dalam pelayanan kita di bumi ini.

Transformasi Almolonga

Almolonga adalah kota di sebelah barat Guatemala, Amerika Latin, yang identik dengan pemujaan berhala. Ada berbagai macam dewa. Banyak penduduk yang menyembah patung perak.” Ladang-ladang di kota ini begitu tandus dengan petani yang miskin dan tertindas oleh dewa yang disebut Maximon. Dewa ini sangat dekat konotasinya dengan kemalasan, kebiasaan merokok, minuman keras dan perjinahan serta immoralitas. Gereja di sana terus mengadakan peperangan melawan berhala dari tahun 1974-1975. Hari-hari awal peperangan rohani ini amat dahsyat. Mereka yang dilepaskan kadang-kadang terlempar ke seluruh kamar dan muntah darah. Gereja terus melakukan doa syafaat dan nama Yesus terbukti mengalahkan kuasa kegelapan. Salah seorang yang dibebaskan adalah Jose Albino Tazej, seorang dukun sakti Maximon. Pada pukul 11 malam, Jose membangunkan keluarganya dan mengatakan bahwa dia sudah dimerdekakan dalam Yesus. Mereka membakar seluruh jimat dan benda keramat yang mereka miliki.

Namun, setan yang merasa cengkeramannya terhadap umat Tuhan melemah mulai memakai cara kekerasan. Pastor Mariano, salah satu pendeta yang mengadakan peperangan rohani, didatangi enam orang bersenjata api. Setelah mematahkan gigi depan Mariano, mereka memasukkan pistol ke mulutnya dan menarik pelatuknya. Saat hadirat Tuhan turun, terdengar suara klik, klik, klik. Pistol tidak dapat ditembakkan dan enam orang itu lari terbirit-birit. Jika kuasa Tuhan dinyatakan, maka bukan hanya orang yang ditransformasikan, melainkan juga tanah dan ladang. Jika Anda menjejakkan kaki saat ini ke Almolonga, Anda akan menyaksikan hamparan ladang hijau yang subur-makmur. Sayur mayur di sini-seledri, bawang, kubis, lobak, kentang, wortel-jauh lebih subur dibandingkan sayur di daerah lain. Sebagai contoh, wortel di sini besarnya sama dengan lengan orang dewasa Amerika! Pakar pertanian dari Amerika pernah meneliti keajaiban ini dengan prinsip-prinsip ilmiah. Hasilnya? Pastor Joel berkata, “Kebijaksanaan yang Allah berikan kepada para petani Almolonga memberikan hasil yang lebih baik daripada hasil metode ilmiah.” Itulah sebabnya mengapa kota ini disebut “Kebun Sayur-mayur Amerika”.

Orang-orang di sana juga makin dekat dengan Allah, tanah pun makin subur dan mereka makin makmur. Mereka mengungkapkan ucapan syukur itu lewat ucapan di bak truk mereka yang bertuliskan “El Shadai” dan “Regalito de Dios” (Kado kecil dari Allah). Toko-toko pun memiliki nama “Yerusalem Kecil” dan “Jehovah Jireh”. Beberapa pemimpin Kristen mengatakan bahwa Almolonga adalah contoh terbaik yang pernah mereka lihat tentang bagaimana syafaat, peperangan rohani, dan penginjilan dapat mengubah masyarakat.

Jika Allah bergerak di Azusa Street, Wales Inggris, Pensacola, Toronto Kanada, Almolonga Guatemala, tidakkah Ia juga sanggup mengubah Indonesia? Yang terpenting semua dimulai dengan doa. Maukah Anda berdoa bagi kota Anda dan negeri Anda? Rahasia semua kegerakan Allah selalu diawali dengan doa. Doa yang lahir dari kerinduan dan belas kasihan. Doa yang dinaikkan dengan kesungguhan dan kemurnian hati. Doa yang mempercayai bahwa Allah mendengar dan pasti melakukan utnuk menjawab doa itu. Doa dalam kesatuan orang-orang yang berdoa, kesatuan hamba-hamba Tuhan, kesatuan jemaat dan kesatuan antar gereja. Itulah yang harus kita lakukan. Kesatuan gereja-gereja di Indonesia harus terjadi supaya transformasi atas kota dan bangsa segera terjadi. Semuanya ini dimulai dari Anda dengan berdoa. [OC]

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Apakah semua penyakit akibat kesalahan/dosa? ini kata DR.Janto Simkoputera

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Jemaat dipersatukan dalam Kristus

DIPERSATUKAN DI DALAM KRISTUS (Epesus 2 : 11 – 22) 23.47 HKBP Pasar Rebo No comments Saudaraku selamat hari Minggu! Firman Tuhan hari ini menyapa kita semua umat Tuhan, bagaiman kita membangun persatuan (Hasadaon). Sebenarnya hal inilah yang seharusnya dilakukan oleh seorang umat Kritsten di dunia ini, sebagai bukti bahwa kita adalah anak-anak Tuhan, yaitu : Bersekutu atau Berkoinonia. Kesatuan itu yang berlandaskan kepada kasih Yesus Kristus dalam persekutuan : sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan (masihaholongan saroha, sapingkiran, sada tujuan) (Pil 2 : 2). Inilah yang menonjol di surat Epesus ini. Kehidupan warga jemaat ketika itu masih “jauh” bahwa belum ada perubahan “kesadaran iman” ketika itu masih sama status kerohanian warga jemaat sebelum menerima Kristus dengan sesudah menerima Kristus. Seolah-olah Paulus berkata bahwa “apa anda yang berbeda sebelum dan sesudah menerima Kristus, baik sebagai menekankan bahwa “penyebab” dapat bersatunya adalah “oleh darah Kristus” bahkan dengan merubuhkan tembok pemisah. Tembok pemisah yang dirobohkan Yesus Kristus memberikan kehidupan yang baru dan damai sejahtera bagi umat manusia.

Tuhan datang untuk memberikan “damai sejahtera” kepada orang yang percaya kepadaNya dan kepada dunia tanpa membedakan status sosial dan ekonominya ataupun budayanya”. Damai itu diperuntukkan kepada semua orang. Paulus mengatakan bahwa tiap individu memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dalam “bangunan” yang penting bukan individunya, tetapi “bangunannya” atau “persekutuannya”. Dan bangunan itu tidak terlepas dari kuasa Tuhan. Tuhanlah yang membangun persekutuan tersebut, tetapi janji berkat Tuhan kepada pribadi bahwa “pribadi seseorang tersebut dalam bangunan jemaat” sebagai tempat kediaman Allah didalam Roh. Seorang pelayan atau Kristen adalah merupakan “pribadi yang di bangun Tuhan”. Dimana Tuhanlah yang membangun kehidupannya menjadi suatu pribadi yang khusus untuk sebuah persekutuan, pribadi yang betul-betul di berkati Tuhan yang dipergunakan Tuhan untuk membangun orang lain sebagai tempat kediaman Allah, di dalam Roh. Alangkah indahnya jika menjadi pribadi yang dipergunakan Allah sebagai tempatNya berkarya. Tidak ada istilah orang asing, pendatang (ay. 19), tetapi semua menjadi “orang dalam”, anggota keluarga. Disetiap orang percaya, siapapun dia, dari suku, bahasa atau benua manapun, bagaimanapun hidupnya, semuanya memperoleh tempat dengan derajat yang sama. Saudaraku! Hari ini gereja kita melaksanakan lepas sidi (Manghatindanghon Haporseaon) anak-anak Tuhan di gereja kita sebanyak 42 orang. mereka telah belajar firman Tuhan selama 1 tahun, banyak hal yang mereka ketahui. Mereka hari ini : Mengaku Imannya di gereja dan ditengah-tengah dunia ini. Untuk menyaksikan imannya bukan hanya di gereja HKBP, tetapi bagi dunia yang sekuler ini. Untuk menantang, melawan ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran Kristus. Dapat lebih memilih mana yang baik dan tidak baik. Biarlah mereka jadi anak-anak Tuhan yang tangguh, kokoh, untuk menghadapi kehidupannya kelak. Tuhan Yesus memberkati. Amen Pdt. D.M. br. Marpaung, STh

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Polusi Suara

Polusi Suara

Kolose 3:8
Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 5; Matius 5; Kejadian 9-10

Kata-kata tak senonoh dan ungkapan yang kasar kini semakin biasa diucapkan dalam acara-acara utama televisi. Banyak penulis dan produser tampaknya semakin sering melanggar batas ketentuan yang diizinkan masyarakat tentang penggunaan kata-kata yang tidak bermoral dan bersifat menyerang.

Perkataan yang tak senonoh dan kasar adalah jenis polusi suara yang paling buruk. Selain menghujat Allah, kata-kata kotor juga merendahkan manusia. Percakapan yang diakhiri dengan kutukan, sumpah serapah, dan ungkapan-ungkapan kotor serta kasar, mengaburkan keindahan ide-ide yang luhur. Kata-kata yang bersifat mengutuk dapat membangkitkan amarah dan merusak hubungan kita dengan sesama. Kata- kata tersebut dapat menimbulkan sakit hati yang berkepanjangan dalam diri orang-orang yang peka terhadap perlakuan kasar secara lisan.

Perkataan yang tidak baik membuat keadaan di sekitar menjadi tak bermoral dan tidak rohani, sehingga merusak pikiran dan cara hidup yang kudus. Suara yang memekakkan telinga dapat meredam suara Roh Allah. Itulah sebabnya firman Allah menyatakan dengan jelas jenis perkataan yang tidak boleh keluar dari bibir para pengikut Yesus (Kolose 3:8), dan sekaligus jenis perkataan yang seharusnya menjadi ciri khas kita (Kolose 4:6).

Berabad-abad yang lalu pemazmur mempersembahkan sebuah doa yang akan membuat kita lebih bijaksana: “Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku” (Mazmur 141:3). Doa semacam itu sangat kita butuhkan pada masa-masa sekarang ini – Dennis De Haan.

Perkataan yang tidak senonoh memalukan si pengucap serta merendahkan si pendengar.

Dipublikasi di Renungan | Meninggalkan komentar

Penusukan Jemaat HKBP Bisa Jadi Momentum SBY Buktikan Retorikanya

Minggu, 12/09/2010 18:06 WIB
Penusukan Jemaat HKBP Bisa Jadi Momentum SBY Buktikan Retorikanya
Aprizal Rahmatullah – detikNews

Jakarta – Penusukan pada jemaat yang duduk dalam majelis HKBP Pondok Timur Indah Asia Sihombing dikecam berbagai kalangan. Namun peristiwa ini dinilai bisa menjadi momentum bagi Presiden SBY untuk membuktikan retorikanya.

“Ini adalah momentum bagi pemerintahan SBY untuk membuktikan retorikanya untuk merawat dan menjaga perdamaian dan keberagaman di tanah air,” ujar Ketua Setara Institut Hendardi dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Minggu (12/9/2010).

Kepolisian pun didesak agar segera mengusut tuntas tindak kekerasan tersebut. Setara Institute khawatir peristiwa kriminal yang menimpa jemaat HKBP akan menjadi gelap dan tidak terusut.

“Sebagaimana peristiwa yang terjadi pada Harian Tempo dan aktivis ICW,” sambung Hendardi.

Meski mendapat kekerasan, namun Hendardi berharap jemaat HKBP bisa menahan diri dan tetap memperjuangkan hak-hak sipilnya dengan damai. Dia pun menyuport para jemaat agar terus maju.

Sebelumnya, pada Minggu (12/9) sekitar pukul 09.05 WIB, Asia Sihombing, anggota majelis HKBP Pondok Timur Indah, Bekasiyang sedang berjalan beriringan dengan jemaat lainnya ditusuk perutnya oleh orang tidak dikenal. Pelaku berboncengan mengendarai sepeda motor. Lokasi kejadian di sekitar daerah Ciketing Mustika Jaya. Akibat peristiwa tersebut, Sihombing kehilangan cukup banyak darah. Kini dia masih dirawat RS Mitra Bekasi.

Selain menusuk Sihombing, pelaku juga memukul Pendeta Luspida Simanjuntak hingga terluka. Usai melakukan aksi kekerasan tersebut, para pelaku langsung kabur.
(vit/ndr)

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

WAHYU KEPADA YOHANNES UNTUK 7 JEMAAT

Banyak di antara kita yang mungkin telah berkali-kali membaca tentang Wahyu Yesus Kristus kepada Ketujuh Jemaat dalam kitab Wahyu yang ditulis oleh Yohanes.

Banyak juga diantara kita yang sekalipun telah membaca berkali-kali tetap belum mengerti secara jelas atau menyimpulkan siapakah jemaat-jemaat tersebut atau jemaat manakah yang berkenan dihadapan Yesus.

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mempermudah untuk mengerti siapa dan bagaimana situasi dan kondisi jemaat-jemaat tersebut. Yang dimaksud dengan jemaat-jemaat saat itu adalah gereja-gereja yang terletak di Asia Kecil. Apa yang disebut dengan “gereja” bukanlah gedung atau tempat beribadah atau bersekutu melainkan setiap individual (jemaat) atau orang-orang yang datang ke gereja tersebut. Perlu dicamkan bahwasanya:

1. Gereja-gereja yang ditulis pada jaman itu adalah gereja-gereja yang sebenarnya.

2. Masalah yang dihadapi oleh gereja-gereja tersebut adalah masalah yang sebenarnya.

3. Gereja-gereja tersebut melambangkan 7 tahap perkembangan gereja dari abad pertama sampai saat ini, yang dilambangkan dengan 7 surat. Surat terakhir kepada jemaat di Laodikia, dapat dilambangkan sebagai kondisi perkembangan gereja pada akhir jaman ini. Ke-tujuh surat tersebut di tujukan kepada jemaat-jemaat sebagai berikut:

1. Kepada Jemaat di EFESUS (Wahyu 2:1-7) Hal-hal yang dipuji Yesus untuk gereja di Efesus: – Yesus mengetahui segala pekerjaan; baik jerih payah maupun ketekunan gerejanya – Yesus mengetahui kesabaran mereka dalam menghadapi orang-orang jahat (pendusta) yang mencobai mereka – Yesus mengetahui kesabaran mereka untuk menderita dan tidak mengenal lelah karena namaNya. – Yesus mengetahui bagaimana gerejanya membenci segala perbuatan pengikut Nikolaus (ajaran penyembahan berhala dan perzinahan) Hal yang dicela/dikritik Yesus untuk gereja di Efesus: – Gereja ini telah kehilangan kasihnya yang mula-mula Hal-hal yang dituntut Yesus untuk gereja di Efesus: – Bertobat dan melakukan lagi apa yang semula mereka lakukan (kasih mula-mula) – Apabila mereka tidak bertobat dan melakukan apa yang mereka lakukan semula, Tuhan akan mengambil kaki dian dari tempatnya. Hal-hal yang harus dimengerti oleh gereja pada jaman ini: – Kenyataan yang ada, gereja tidak lagi merupakan “Rumah Tuhan”. Seringkali jemaat datang ke gereja karena sebagai rutinitas. Gereja juga dipakai sebagai tempat untuk bermasyarakat, tempat untuk mencari teman baru, tempat untuk berjualan, tempat untuk mencari jabatan, tempat untuk berlibur dan sebagainya. Apa yang ingin Tuhan inginkan adalah Kasih Mula-Mula, seperti halnya pertama kali kita jatuh cinta dengan Tuhan, hati kita yang penuh sukacita, damai sejahtera, semangat untuk memberitakan injil dan memberikan kesaksian hidup dan kasih yang sejati dengan sesamanya di mana kita ke gereja benar-benar untuk mencari Tuhan. Dewasa ini gereja juga dipakai sebagai sarana untuk mencari keuntungan diri sendiri – Kaki Dian dilambangkan sebagai sumber lampu yang terang. Apabila kaki dian diambil, terang yang ada di dalam gerejapun akan hilang. Apalagi ‘terang’ yang dari Tuhan diambil, manusia akan jatuh ke dalam kebinasaan. Manusia akan kehilangan pegangan untuk mengetahui dan membedakan mana kehendak Tuhan dan mana kehendak duniawi. 2. Kepada Jemaat di SMIRNA (Wahyu 2:8-11) Hal-hal yang dipuji Yesus untuk gereja di Smirna – Gereja di Smirna menerima kesusahan dan kemiskinan (secara jasmani) – Sekalipun dalam kemiskinan jasmani, Gereja di Smirna kaya rohani – Menerima fitnah-an dari jemaah iblis. Hal yang dicela/dikritik Yesus untuk gereja di Smirna – Gereja di Smirna adalah salah satu dari 2 gereja yang tidak dicela/di kritik Yesus dari 7 gereja yang ada. Hal-hal yang dituntut Yesus untuk gereja di Smirna – Jangan takut terhadap apa yang harus diderita – Setia sampai mati dan mahkota kehidupan akan dikaruniakan Hal-hal yang harus dimengerti gereja pada jaman ini – Banyak diketemukan gereja yang kaya jasmani dan miskin rohani, bertolak belakang dari jemaat di Smirna yang miskin jasmani dan kaya rohani. – Seiring dengan semakin banyaknya masalah, kesetiaan jemaat harus semakin bertambah agar jemaat dapat dikaruniakan mahkota kehidupan (hidup kekal di rumah Tuhan) – Perlu disadari bahwasanya iblis dengan kekuatannya selalu mencoba melakukan penghasutan dan pengfitnahan. Seringkali hal-hal tersebut terjadi di kalangan jemaat dan jemaat tidak menyadari bahwa iblis bekerja keras siang dan malam dengan segala cara untuk menghancurkan kemuliaan Allah dan persekutuan anak-anak Allah dengan Bapa mereka. 3. Kepada Jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2:12-17) Hal-hal yang dipuji Yesus untuk gereja di Pergamus – Yesus mengetahui keberadaan mereka dalam berpegang kepada nama-Nya – Yesus mengetahui mereka yang tidak menyangkal iman mereka kepada-Nya. – Yesus mengetahui mereka yang menjadi saksi-Nya dan setia kepada-Nya Hal yang dicela/dikritik Yesus untuk gereja di Pergamus – Menganut ajaran Bileam (ajaran sesat untuk penyembahan berhala dan berbuat zinah) – Memberi nasihat kepada Balak, untuk menyesatkan orang Israel supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah – Berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus(ajaran penyembahan berhala dan berbuat zinah) Hal yang dituntut Yesus untuk gereja di Perganus – Bertobat. atau Tuhan akan memerangi mereka dengan Pedang yang dari mulut-Nya. Hal-hal yang harus dimengerti oleh gereja jaman ini – Perganum artinya menikah. Pada akhir jaman ini gereja telah ‘menikahi’ dunia. Banyak dokrin gereja telah dibuat untuk menyesuaikan dengan dokrin dunia dimana populalitas gereja telah tercampur dengan berbagai unsur politik gereja dunia di mana kemurnian dari kerohanian gereja telah menurun seperti halnya persembahan berhala dan perbuatan zinah. – Yesus tidak bertoleransi dengan ajaran-ajaran yang bukan ajaran-ajaranNya (ajaran Bileam, Balak dan Nikolaus). – Banyak diketemukan jemaat yang berpegang di dalam nama Yesus, mengakui keberadaan mereka sebagai kristen yang menjadi saksi-saksi Yesus, tetapi kehidupan pribadi jemaat tersebut menganut ajaran berhala dan melakukan perzinahan. 4. Kepada Jemaat di TIATIRA (Wahyu 2:18-29) Hal-hal yang dipuji Yesus untuk gereja di Tiatira – Yesus mengetahui segala pekerjaan mereka, baik kasih maupun iman mereka. – Yesus mengetahui segala pekerjaan mereka, baik pelayanan maupun ketekunan mereka – Yesus mengetahui bahwa pekerjaan lebih bertambah dari pada yang pertama. Hal yang dicela/dikritik Yesus untuk gereja di Tiatira – Mereka membiarkan wanita Izebel (yang menyebut dirinya nabiah) untuk mengajar dan menyesatkan hamba-hambaNya supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala. Hal yang dituntut Yesus untuk gereja di Tiatira – Bertobat!!! – Sekalipun tidak banyak tapi apa yang tersisa; kasih, iman, pelayanan dan pekerjaan untuk kemuliaan Allah, berpeganglah sampai Yesus tiba. Hal-hal yang harus dimengerti gereja akhir jaman – Tiatira disebut “Gereja Zinah”. Gereja yang paling dikutuk Tuhan. Banyak gereja di akhir jaman yang telah kehilangan kesuciannya dengan memberikan kompromi kepada jemaat untuk melakukan perzinahan. – Ajaran Izebel adalah ajaran sesat, perzinahan, penyembahan berhala dan mencintai sesuatu lebih dari mencintai Tuhan. – Landasan ajaran Tuhan Allah bukan lagi merupakan landasan utama bagi jemaat untuk bertindak dan berlaku tetapi merupakan suatu landasan yang dapat di-kompronikan dan disesuaikan dengan kondisi dan situasi kehidupan jemaat. 5. Kepada Jemaat di SARDIS (Wahyu 3:1-6) Hal-hal yang dipuji Yesus untuk gereja di Sardis – Tidak ada hal yang dipuji Yesus untuk gereja di Sardis karena tidak satupun dari pekerjaan mereka yang didapati sempurna di hadapan Allah. Hal-hal yang dicela/dikritik Yesus – Gereja yang tidak ada satupun pekerjaannya yang berkenan dihadapan Allah – Gereja yang penuh kemunafikan (dikatakan hidup padahal mati) – Gereja yang penuh kepura-puraan (menerima dan mendengar tapi tidak melakukan) – Gereja yang tidak siap untuk didatangi mempelainya. Hal-hal yang dituntut Yesus untuk gereja di Sardis – Bangunlah dan kuatkanlah apa yang masih tinggal, yang sudah hampir mati – Sadarlah!!! – Berjaga-jagalah. – Bertobatlah Hal-hal yang harus dimengerti gereja akhir jaman – Secara ringkas inilah yang disebut sebagai gereja yang penuh ‘sesat” – Gereja yang memakai kedok sebagai ‘tempat beribadah atau rumah Tuhan” pada hakekatnya tidak ada satupun hal yang dilakukan di gereja sejenis ini yang berkenan di mata Tuhan baik dalam pengajaran (pengabaran kebenaran), perbuatan yang penuh kemunajikan dan tidak siap dengan minyaknya untuk berjaga-jaga menunggu kedatangan Mempelai. Jemaat-jemaat di gereja seperti ini akan di dapati tertidur (tidak siap) ketika mempelai tiba. Ketika Tuhan Yesus datang untuk kedua kalinya, jemaat-jemaat di gereja ini tidak akan ikut terangkat. – Gereja yang dibangun berdasarkan kebenaran, tapi kehilangan kekuatannya; gereja yang mencoba membangunkan dirinya dengan reputasi yang baik tetapi sesungguhnya ternista, tercemar dan “mati’ karena ke-kristenan mereka hanyalah sebuah nama “…engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!” – Gereja yang menamakan dirinya Kristen, tetapi semua perbuatan mereka tidaklah sesuai dengan ajaran berdasarkan firman Tuhan. 6. Kepada Jemaat di PHILADELPHIA (Wahyu 3:7-13) Hal-hal yang dipuji Yesus untuk gereja di Philadelphia – Segala pekerjaan jemaat berkenan sehingga Yesus membuka pintu bagi mereka yang tidak dapat ditutup oleh siapapun. – Dengan kekuatan yang tidak seberapa, jemaat di Philadelphia menuruti firman Allah dan tidak menyangkal namaNya. – Jemaat tidak terperangkap dari dusta dari jemaah iblis, sehingga Yesus akan menghadapkan jemaah iblis untuk bersungkur di depan kaki Jemaat di Philadelpia ini. – Jemaat menuruti firman Allah dan dengan tekun menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali. Hal-hal yang dicela/dikritik Yesus – Gereja di Philadelphia adalah gereja kedua yang tidak dicela/di kritik Yesus. Hal-hal yang dituntut Yesus untuk gereja di Philadelphia – Tetap berpegang di dalam ketekunan dan kesetiaan mereka agar tidak ada seorangpun yang dapat mengambil mahkota kehidupan mereka. Hal-hal yang harus dimengerti oleh gereja akhir jaman – Hanya jemaat-jemaat di Smirna dan Philadelphia yang akan menerima mahkota kehidupan yang kekal untuk masuk ke dalam kerajaan Allah. – Dari 7 surat yang dikirim kepada 7 gereja, hanya 2 gereja yang benar-benar berkenan di mata Tuhan. Berdasarkan persentase jemaat kristen yang begitu besar pada akhir jaman ini, pada akhirnya jemaat yang akan masuk ke rumah Bapa di sorga tidaklah mencapai 30% (2 gereja yang berkenan dibagi dengan total 7 gereja yang menerima surat). – Untuk tetap tekun dan setia, tidak diperlukan kekuatan yang luar biasa, tetapi dengan kekuatan yang seadanya seorang jemaat tetap dapat setia menanggung segala sesuatu sampai akhirnya, apabila mereka benar-benar melakukan dan menuruti firman Allah dan tidak menyangkal namaNya. 7. Kepada jemaat di LAODIKIA (Wahyu 3:14-22) Hal-hal yang dipuji Yesus untuk gereja di Laodikia – Tidak terdapat hal-hal yang dipuji oleh Yesus untuk gereja di Laodikia ini. Hal-hal yang dicela/dikritik Yesus – Gereja yang tidak memiliki sikap dan ketegasan di pihak mana mereka berpegang (suam-suam kuku) karena “engkau tidak dingin atau panas” – Gereja yang menyombongkan diri dengan keberadaan mereka, dimana sebenarnya mereka sama-sekali tidak memiliki apa-apa “..Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan kerena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang” Hal-hal yang dituntut Yesus untuk gereja di Laodikia – Memiliki sikap dan ketegasan “..Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!” – Mengetahui dengan sebenarnya apakah itu kekayaan, bagaimana menggunakan harta yang ada untuk kemuliaan Allah bukan untuk sifat keduniawian dan memandang segala sesuatu dari sudut pandang dan perspective dari pihak Allah dan bukan dari sudut pandang dan perspective manusia. – Bersedia ditegor dan dihajar, apabila jemaat mau dikasihi Allah – Relakan hati dan bertobat untuk ditegor dan dihajar. – Agar mereka membuka pintu hati mereka agar Yesus dapat masuk dan makan bersama-sama mereka. Hal-hal yang harus dimengerti gereja pada akhir jaman – Gereja suam-suam kuku seperti ini adalah gambaran gereja akhir jaman yang tersebar di mana-mana. Ancaman terbesar untuk orang-orang Kristen dewasa ini bukanlah terhadap mereka yang menamakan dirinya “atheist atau agnostic- tidak percaya adanya Tuhan”, ajaran sesat (ajaran setan) atau pemeluk Kristen yang sangat bersungguh-sungguh karena kelompok-kelompok ini telah diketahui di mana keberadaan mereka yang sesungguhnya. Tapi ancaman yang sangat serious datangnya justru dari penganut kristen yang suam-suam kuku, karena sebagai kristen, kita tidak mengetahui dengan jelas di mana keberadaan mereka yang sebenarnya. – Penganut “suam-suam kuku” ini umumnya berada diantara 50% mengerti dan 50% tidak mengerti atau 50% di dalam dan 50% di luar. Jemaat seperti ini akan mengaku keberadaan mereka sebagai ‘jemaat yang menerima Kristus dan hidup baru’ dan pada waktu yang bersamaan tindakan dan perilaku hidup mereka jauh lebih jahat dan sangat tidak layak dibandingkan mereka yang tidak percaya dengan Kristus sama sekali. Atau jemaat yang mengaku mengerti alkitab tetapi kemudian mengutip hanya ayat-ayat tertentu untuk dijadikan landasan dan mengartikan potongan-potongan ayat untuk di-praktek-an dalam hidup mereka- di mana arti sesungguhnya dari alkitab dan ayat yang dikutip bertolak belakang dari pengertian mereka sendiri. – Merupakan lambang gereja yang memiliki kecanduan akan : uang, material, kekuasaan, ketenaran, keserakahan dan gaya hidup mewah dengan pengeluaran yang tidak diperlukan. Gereja sejenis ini menganggap dirinya kaya, padahal mereka sangat miskin, Gereja yang hidup dalam kesombongan mereka dan menutup mata untuk keberadaan Tuhan Allah. Sekalipun surat-surat untuk ke-tujuh jemaat dalam Wahyu ditulis beberapa ribu tahun lalu, perlu diketahui bahwa kondisi yang di hadapi gereja-gereja pada era dan jaman ini dapat digambarkan memiliki banyak persamaan dengan kondisi gereja-gereja tersebut beberapa ribu tahun yang lampau. Surat-surat tersebut sifatnya “timeless” – tidak akan pernah ketinggalan jaman. Seperti apa yang di alami oleh gereja di Efesus – banyak gereja saat ini yang juga telah kehilangan kasih mula-mulanya; atau gereja di Sardis – banyak gereja yang hidup dalam ke-pura-puraan; ataupun gereja di Laodikia – gereja yang suam-suam kuku. Semua masalah yang dihadapi pada jaman itu, juga dihadapi oleh gereja pada jaman-jaman ini. Dan pada akhirnya, hanya terdapat 2 gereja yang setia dan berkenan yang akan menerima mahkota kehidupan dari Yesus Kristus yaitu: 1. Jemaat di Smirna (The Persecuted Church) 2. Jemaat di Philadelphia (The Faithful Church) By: Fidia Yeo San Francisco, CA (June 21, 2010)

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

GEREJA DI PERSIMPANGAN – kemunafikan itu mengatas namakan “OTORITAS”

Penyimpangan pengajaran oleh Gereja banyak dilakukan. Hamba Tuhan yang dahulu rendah hati, kini banyak yang menjadi lupa diri.
Dahulu di zaman Daniel ada raja Nebukadnezar yang karena sombongnya dikutuk untuk hidup menyerupai lembu.
Kini ada pak Niko Njotorahardjo, yang kalau tidak waspada akan bujukan orang sekelilingnya yang kurang peka suara Tuhan, dapat menjadi Nikokadnezar

Saya telah mengenal sosok Pak Niko sejak tahun 1989-an, sejak membuka gereja Bethel, pertama kali di daerah Senayan, di Gedung Karsa Pemuda.Banyak visi dari Pak Niko yang benar-benar memberkati.
Selain itu, Pak Niko juga mengeluarkan album-album rekaman. Lagu-lagu Pak Niko benar-benar khas karna:
– sederhana lirik katanya, tapi sangat tinggi nilainya
– mudah dihapal/diingat kembali
– Alkitabiah (seperti:”siapakah aku ini Tuhan,jadi biji mata-Mu?)
bahkan lagu-lagu terakhir, seperti Mujizat Masih Ada, Aku Percaya benar-benar telah membawa gelombang kegerakan rohani dan mengantarkan banyak mujizat Tuhan melalui lagu-lagu pujian.

Kepemimpinan Pak Niko sangat rendah hati namun penuh visi/misi. Ketika di sekitar tahun 1997-2000,karena Pak Niko rajin membuka gereja baru (khususnya di Jabodetabek) beliau banyak dikeluhkan oleh pendeta sesama Kristen (bahkan sesama GBI), beliau tetap aktif membuka gereja baru, namun dengan menghormati gereja lain yang sudah ada. Pernah terjadi, ketika meninjau sebuah calon lokasio GBI baru di kawasan kebayoran, team didatangi pendeta dari dekat situ yang memohon untuk tidak membuka cabang di situ, beliau dan para pendeta lain sepakat untuk tidak jadi masuk ke daerah itu,karena di dekatnya sudah ada gereja Bethel.

Ketika pada pertengahan tahun 1997, beliau menyampaikan visi dari Tuhan ,bahwa akan ternadi “goncangan” besar di dunia, banyak hamba Tuhan yang menyangsikan hal tersebut. Namun terbukti, pada bulan agustus 1997, krisis moneter sudah sangat menggoyahkan perekonomian Indonesia.

Pada tahun 2006, dimulai fund-rising pembangunan gedung SCCC (sekarang menjadi SICC). Kini sesudah 2 tahun ,gedung SICC telah selesai dibangun
Setiap sabtu bulan pertama digelar sidang raya para pengerja di Sentul, para pengerja diwajibkan untuk ikut, dan untuk ikut harus mendapatkan badge dari pusat.

Tahun 2009, terjadilah pemaksaan oleh orang-orang sekitar Pak Niko, dengan mengatasnamakan “OTORITAS”,menjelang konferensi yang akan diadakan di Sentul, dilakukan fund raising dengan sasaran pertama para pengerja berstatus pimpinan yang menghadiri MENARA DOA PEMIMPIN (saat itu di Auto Graha Gading). Badge para pengerja langsung disita dan baru dikembalikan setelah para pengerja itu mau mengheluarkan sejumlah dana (yang cukup besar) untuk pengadaan konferensi tersebut.
Jelas cara seperti ini sangat vulgar dan bertentangan dengan Firman Tuhan. Yesus ajarkan “tangan kanan memberi, tangan kiri tidak mengetahui apa yang diberi tangan kanan”
Jelas kebijakan “menyita” badge pengerja bukanlah ide dari Pak Niko, tetapi dari satu atau beberapa orang dekatnya. Tokoh yang sangat berpengaruh dalam hal ini adalah Johan Handojo dan Janto Simkoputra

Terbukti, satu dari “orang terdekat “Pak Niko,pada tahun 2011 di “non-aktifkan” , yaitu Pak Kim Seng, walaupun beliau adalah salah satu dari perisai doa Pak Niko.Degan tidak menunjuk nama “orang dekat” Pak Niko tersebut, rasanya tak berlebihan kalau kami menghimbau para pengerja/jemaat GBI yang digembalai Pak Niko untuk mendoakan agar kepemimpinan GBI ini tidak dicampuri keinginan pribadi/kelompok.

Kemudian terjadi, bajak-membajak pengerja an jemaat. Pak Niko seolah terjebak untuk mendukung keluarga dan sahabatnya. GBI Senayan City yang dinakhodai putra pak Niko yaitu Billy Njotorahardjo, sadar ataupun tidak telah mengambil banyak pengerja maupun jemaat dari gereja lain, dan Budi Sastra sebagai Ka Rayon 1F mendirikan gereja baru, yaitu ICON dan merebut jemaat dan pengerja gereja lain terutama dari GBI SonaTopas. Tapi pak Niko mati-matian membela, bahkan membawanya dalam Doa Pengerja di Sentul, 6 Juli 2013.
Beliuau lupa, banyak orang di sekitarnya adalah advonturir, dan advantage taker. Tokoh yang kurang integritasnya banyak yang tahu, seperti Bambang Riyanto yang ketika memimpin rayon kebayoran, suka memanipulasi persembahan. Demikian juga Budi Sastra yang tricky. Budi Sastra merebut pengerja dan jemaat GBI Sona Topas, bahkan suka menamakan gerejanya sebagai GBI Intercon (padahal gerejanya adalah GBI Icon)

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , , | 3 Komentar